Di Korea Selatan, terdapat fenomena sosial dan tempat kerja yang unik, mungkin sama pentingnya dengan pekerjaan sehari-hari itu sendiri: "Hoi-sik" (회식). Ini lebih dari sekadar makan; ini adalah mikrokosmos dari struktur sosial Korea Selatan, hubungan antar pribadi, dan hierarki tempat kerja.
✅ Hoi-sik: Lebih dari Sekadar Makan
Hoi-sik, seperti namanya, mengacu pada "pertemuan untuk makan," biasanya makan bersama oleh rekan kerja, atasan, dan bawahan setelah bekerja. Biasanya berlangsung pada malam hari kerja, seringkali di restoran barbekyu, toko ayam goreng, atau restoran tradisional Korea, dengan soju, bir, atau campuran keduanya—"deep-water bombs"—sebagai hidangan utama.
Tujuan utama Hoi-sik adalah untuk meruntuhkan batasan hierarki yang kaku di tempat kerja, mendorong pertukaran emosional dan kekompakan tim melalui relaksasi dan efek alkohol. Bagi orang Korea, berbagi minuman dianggap sebagai ritual penting untuk membangun kepercayaan dan memperkuat hubungan antar pribadi.
✅ "Aturan Tak Terucapkan" dan Hierarki dalam Jamuan Makan
Meskipun suasana di jamuan makan biasanya meriah, ini bukanlah acara yang sepenuhnya santai; "aturan tak terucapkan" dan tatanan hierarki yang halus tetap ada:
• Tempat Duduk dan Pemesanan: Orang tertua atau berpangkat tertinggi biasanya duduk di kursi kehormatan paling dalam, dan wewenang untuk memesan makanan dan menuangkan minuman sering didelegasikan kepada mereka yang berpangkat lebih rendah atau karyawan baru.
• Seni Menuangkan Minuman: Saat menuangkan minuman untuk atasan atau orang yang lebih tua, botol harus dipegang dengan kedua tangan sebagai tanda hormat. Saat menerima minuman, seseorang harus memegang gelas dengan kedua tangan atau setidaknya menopang bagian bawah gelas dengan satu tangan. Serangkaian tindakan ini mencerminkan etiket "atasan-bawahan" yang ketat dalam budaya Konfusianisme.
• Bersulang dan Menutup Mulut: Ketika seorang junior bersulang untuk seorang senior, mereka harus berdiri atau sedikit membungkuk. Biasanya, ketika yang lebih tua minum, yang lebih muda harus menoleh ke samping dan menutup mulut dengan satu tangan, menunjukkan rasa hormat dan menghindari pandangan yang lebih tua. Ini adalah kebiasaan tradisional "tidak membiarkan yang lebih tua melihat seseorang minum."
✅ Pertemuan Kedua, Ketiga, dan Bahkan "N"
Pesta makan malam formal jarang berakhir di ronde pertama. Proses pesta makan malam Korea standar biasanya seperti ini:
1. Ronde Pertama (Il-chul): Hidangan utama (daging panggang, makanan pokok) + alkohol. Ini adalah tahap untuk membangun hubungan dan percakapan serius.
2. Ronde Kedua (Il-chul): Biasanya di bar, karaoke, atau pub. Di karaoke, atasan dan bawahan bernyanyi dan menari bersama, membangkitkan suasana dan memberikan momen untuk lebih melepaskan stres dan membangun hubungan.
3. Ronde Ketiga (Sang-chul) dan seterusnya: Beberapa orang melanjutkan ke kedai kopi, pub lain, atau tempat bermain game hingga larut malam atau bahkan dini hari.
Budaya pesta makan malam multi-putaran ini memberikan tekanan fisik dan waktu yang sangat besar pada para profesional yang bekerja, tetapi justru pengalaman "begadang semalaman bersama" inilah yang dianggap sebagai ujian dan demonstrasi loyalitas tim.
✅ Kontroversi dan Perubahan dalam Budaya Kontemporer
Dengan perubahan lingkungan sosial, terutama munculnya konsep "keseimbangan kerja-hidup", budaya perjamuan di Korea Selatan mulai menghadapi tantangan dan kontroversi. Generasi muda semakin menolak bentuk pertemuan yang wajib dan memakan waktu ini, karena percaya bahwa hal itu mengganggu waktu pribadi mereka.
Oleh karena itu, banyak perusahaan mulai mempromosikan "perjamuan fleksibel" atau "perjamuan budaya," seperti mengadakan perjamuan saat makan siang untuk menghindari minum alkohol di malam hari atau menggantinya dengan menonton film, olahraga, atau pesta kopi.
✨ Jangan ragu untuk menghubungi Prettykeep kapan saja! Kami tidak hanya dapat membuat janji temu untuk Anda secara gratis, tetapi juga membantu Anda mendapatkan penawaran terbaik, menyediakan layanan estetika medis dan kecantikan berkualitas tinggi di Korea Selatan! ✨